|
In The Name Of Allah Friday, September 03, 2010 |
|
|
Search |
|
|
Loading |
|
|
Nilai Pertanyaan : Tanggal Posting : Wednesday, December 16, 2009Tanggal Menjawab : Wednesday, December 16, 2009 Nama : - Data Pribadi Pengirim Negara : - Pilih Kategori : Filsafat --> Filsafat Islam Nama Penjawab : The Porch of Wisdom Institute Kirim kepada Teman Anda Mengapa Tuhan tidak menjaga sabda-sabda seorang nabi yang diutus sehingga Dia harus mengutus nabi yang lain untuk menyempurnakan syariat? Salah satu manifestasi kemurahan (lutfh) Allah Swt atas para hamba-Nya adalah tidak satu pun umat pada setiap masa tanpa seorang pembimbing dan pemberi petunjuk. Pengutusan para nabi ini tidak pernah terputus dan sekali-kali bumi tidak pernah kosong dari para hujjah (nabi dan imam) Tuhan. Adapun bilangan agama-agama dan semakin sempurnanya agama-agama selepasnya adalah disebabkan semakin maju dan menyempurnanya pikiran manusia sepanjang perjalanan sejarah umat manusia. Dengan kata lain, lantaran kapasitas wujud manusia (pada masa itu) tidak mampu menerima seluruh aturan dan petunjuk sebuah agama sempurna sehingga semenjak permulaan agama paling sempurna (Islam) tidak diturunkan kepada mereka. Hal ini merupakan sebuah keharusan dan tuntutan (hikmah Ilahi) sehingga secara perlahan para nabi dan rasul diutus untuk menjelaskan pelbagai aturan dan petunjuk baru, seiring dengan berkembangnya kemampuan pikiran manusia maka kapasitas penerimaan agama yang sempurna juga dimilikinya. Dengan sampainya berita gembira pada masa Nabi Saw dan kesempurnaan nisbi umat manusia pada masa itu, Allah Swt menurunkan agama paling sempurna dan all-inclusive (serba meliputi), Islam, kepada mereka. Dimana tugas untuk menjaga, menjelaskan dan menafsirkan agama tersebut diletakkan di pundak para Maksum As. Bagaimanapun, selalu tersedia ruang untuk menjaga dan memelihara agama ini di antara masyarakat melalui sebagian orang (nabi dan imam) yang memiliki kemampuan untuk sampai pada substansi dan mutiara agama kemudian mempersembahkan keduanya kepada masyarakat. Dengan penjelasan ini, menjadi terang bahwa, Pertama, permasalahan distrosi dan penyimpangan agama-agama sebelumnya merupakan salah satu dalil adanya pembaruan pengutusan para nabi bukan merupakan seluruh dalil. Kedua, menjaga agama dari penyimpangan juga tidak dapat dinilai tanpa menghubungkannya dengan kemampuan manusia. Comments : |
![]() |